Minggu, 01 November 2020

Launching; Ubah Status Stikom Muhammadiyah Jayapura Menjadi Universitas Muhammadiyah Papua (UM Papua)



kabarpendidikan.id Telah kita ketahui bahwasannya Lembaga Pendidikan di bawah naungan Organisasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah terus mengembangkan status kelembagaannya. Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Muhammadiyah Jayapura telah resmi naik level dari Stikom menjadi universitas dengan nama Universitas Muhammadiyah Papua.

Wakil Ketua I Stikom Muhammadiyah Jayapura Indah Sulistiani yaitu tim perubahan alih status menyebutkan “surat keputusan perubahan status yang keluar pada 6 Oktober 2020”.

SK Kemendikbud sudah menyerahkan melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XIV Papua dan Papua Barat yaitu kepada pimpinan Stikom Muhammadiyah Jayapura di Biak pada tanggal 13 Oktober 2020. dan kini nama Universitas Muhammadiyah (UM Papua) telah resmi (23/10) dan merubah nama menjadi  Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Muhammadiyah Papua.

Perubahan nama ini diapresiasikan baik oleh Benhur Tommy Mano, selaku Wali Kota Jayapura yang mengatakan “apa yang dilakukan oleh tim dari Universitas Muhammadiyah ini sangat membanggakan, ini merupakan sejarah yang harus di catat dan ini bukanlah hal yang biasa, dan ini bukan hal mudah.” Ucapnya dalam acara launching kemarin.

Indah menjelaskan dalam sejarah Stikom Muhammadiyah Jayapura yang didirikan pada tanggal 26 September 2001 atau 19 tahun silam. Selama ini yang cuma memiliki dua program studi (prodi), yaitu Strata-1 Ilmu Komunikasi dan Diploma-3 Hubungan Masyarakat. Pada tanggal Mei 2019 disetujui penambahan dua program studi, yakni Kewirausahaan dan Ilmu Lingkungan. lalu disetujui lagi tiga prodi lainnya, Program Studi Ilmu Komputer, Psikologi, dan Hukum.

Ketujuh prodi masuk kategori ke dalam dua fakultas, yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora yang membawahi prodi Ilmu Komunikasi, Psikologi, dan Hukum. lalu Fakultas Sains dan Teknologi yang menaungi Prodi Komputer, Kewirausahaan, dan Lingkungan.

Dengan adanya perubahan, akan diadakan penambahan dosen dan bangunan penunjang. Yang dimana Kebutuhan mengikuti standar minum akreditasi masing-masing program studi yang baru. “Akan ada lima dosen tetap di setiap program studi, karena ini standar minum, kami telah menyediakan yaitu tambahan fasilitas ruang kuliah, laboratorium, perpustakan, dan sarana pendukung lainnya,” katanya.

Kampus tersebut telah memiliki fasiltas yang mendukung perkuliahan, yaitu seperti ruangan ‘micro teaching’, laboratorium untuk penyiaran radio, perpustakan, dan alat-alat untuk peliputan, seperti kamera syuting. Sejak kini Universitas Muhammadiyah Papua mempunyai 29 dosen ilmu komunikasi, 34 dosen luar biasa, dan sekitar 1.200 mahasiswa. Akreditasi Prodi Ilmu Komunikasi dan Hubungan Masyarakat masing-masing “B”. Sedangkan akreditasi tingkat universitas “C”.

“Dengan adanya perubahan status yang menjadi universitas tentu pihak kampus akan terus melakukan peningkatan sumber daya dosen, tenaga non kependidikan, dan sarana-prasarana,” ujarnya. Sejak adanya virus covid-19 ini banyak mahasiswa terutama yang berada di daerah pegunungan yang tertunda atau tertahan transportasi akibat dampak dari pandemic ini yang belum usai.

rata-rata setip tahun  calon mahasiswa yang mendaftar tiap prodi 300 orang. Namun di masa pandemic ini yang mendaftar menurun menjadi 250 orang. Sesuai peraturan yang diterapkan oleh pemerintah, kata Indah, pelaporan mahasiswa baru untuk semester ganjil sudah selesai. Saat ini pihak kampus masih sedang berkoordinasi dengan Lembaga Layanan Dikti yang menayankan apakah memungkinkan membuka penerimaan mahasiswa baru pada semester genap atau tidak.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Papua Michael Edowai mengaku sangat bangga adanya perubahan status di kampusnya. Menurutnya, “Stikom Muhammadiyah yang merupakan kampus Islam di Tanah Papua yang kemudian mayoritasnya menerima mahasiswa Papua, khususnya mahasiswa yang berada di pegunungan. Pihak kampus pun mengerti dan memberikan keringanan kepada mahasiswanya.” Ujarnya.

Edowai sangat berharap Universitas Muhammadiyah Papua akan terus berkembang dan berjaya di Tanah Papua untuk menghasilkan sarjana-sarjana yang unggul dan berprestasi untuk membangun daerahnya menjadi lebih sukses “Selama ini kan Papua dianggap tertinggal, dengan beradanya kampus ini kita dapat bersaing dan mengalahkan teman teman yang di Indonesia bagian lainnya,” katanya.

Hal ini juga disampaikan oleh Ketua MPM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa) Universitas Muhammadiyah Papua Habel Heluka. Ia juga mengaku bangga kampusnya berubah status. Heluka menyampaikan banyak terima kasih kepada rektor dan para dosen yang sudah sangat bekerja keras. Heluka berharap dengan adanya perubahan tersebut para mahasiswa lebih dilibatkan dalam aktivitas kampus dan kualitas perkuliahan semakin meningkat. (ABL)


Penulis Astri Yastika, Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Paragraf

  Pengertian Paragraf Paragraf adalah satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Sebuah paragraf bias...